O'clock

Selasa, 21 Juni 2011

Peranan Internet di Dalam Bidang Pendidikan


BAB I
 PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Dewasa ini pemerintah menghadapi berbagai kendala dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan. Ketidakmerataan mutu guru di sekolah menjadi alasan utama pemerintah untuk selalu memperhatikan peningkatan kualitas sumber tenaga kependidikan. Hal ini ditempuh karena keberhasilan mutu pendidikan sangat tergantung dari keberhasilan proses belajar-mengajar yang merupakan sinergi dari komponen-komponen pendidikan baik kurikulum tenaga pendidikan, sarana prasarana, sistem pengelolaan, maupun berupa faktor lingkungan alamiah dan lingkungan sosial, dengan peserta didik sebagai subjeknya.
Plaque: 1Salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan belajar-mengajar, adalah sumber belajar. Dalam rangka mengupayakan peningkatan kualitas program pembelajaran perlu dilandasi dengan pandangan sistematik terhadap kegiatan belajar-mengajar, yang juga harus didukung dengan upaya pendayagunaan sumber belajar di antaranya internet. Ini di satu pihak, sedangkan di pihak lain kenyataan menunjukkan bahwa sumber belajar dan sarana pembelajaran yang telah dibakukan, diadakan dan didistribusikan oleh pemerintah belum didayagunakan secara optimal oleh guru, pelatih dan instruktur.
Untuk mewujudkan kualitas pembelajaran, perlu ditempuh upaya-upaya yang bersifat komprehensif terhadap kemampuan guru dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Jangan membiarkan mereka mengajar secara rutin apa adanya sehingga pembelajaran berkesan teacher centris.
 Dengan perkembangan teknologi jaringan komputer yang ada sekarang ini, siswa SD pun dapat belajar dengan menggunakan jaringan internet sebagai sumber belajar, tentu saja dengan bimbingan guru atau pendampingan orang tua. Namun ironisnya banyak guru yang belum mengenal internet padahal siswa sudah banyak yang terbiasa menjelajahi dunia maya tersebut.
 Dengan masalah tersebut, sudah seharusnya guru zaman sekarang ini mulai memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Dengan pembelajaran seperti ini diharapkan pengetahuan guru maupun siswa akan berkembang. Selain itu guru maupun siswa juga akan terbiasa mengoperasikan perangkat komputer tersebut, sehingga tidak ada lagi istilah guru gaptek (Gagap Teknologi) maupun siswa gaptek.
Kaitannya dengan internet sebagai sumber belajar, pada makalah ini akan dibicarakan pengertian internet, spesifikasi peralatan internet, pengertian sumber belajar, dan metode pembelajaran melalui internet.


Plaque: 2
 

1.2    Batasan Masalah
Dalam Tulisan ini akan dibahas Penjelasan tentang :
1.      Pengertian Internet.
2.      Spesifikasi Peralatan Internet
3.      Pengertian Sumber Belajar
4.      Metode Pembelajaran Melalui Internet
5.      Penting pemahaman internet untuk orangtua dan guru
6.      Mengoptimalkan Internet Untuk Siswa
7.      Penggunaan intenet oleh anak SD

1.3    Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu persyarataan dalam mendapatkan nilai Mata Kuliah Pengantar Internet pada Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa ( STT – US ) Taluk Kuantan.

1.4    Manfaat Penulisan
    Manfaat penulisan ini meliputi dua hal. Manfaat pertama, makalah ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memahami pembelajaran berbasis internet pada siswa sekolah dasar. Manfaat kedua, bagi guru sebagai masukan dalam memilih sumber belajar dan dapat menerapkannya dalam proses pembelajaran.


Plaque: 3
 

BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Internet

Diera globalisasi, negara-negara diberbagai belahan dunia sudah tidak ada lagi batas dalam mempeeroleh informasi. Dalam waktu yang sama di tempat berbeda dengan jarak yang jauh sekalipun orang saling bertukar informasi dana berkomunikasi. Kemajuan teknologi informasi ini tidak hanya dirasakan oleh dunia bisnis, akan tetapi dunia pendidikan juga ikut merasakan manfaatnya. Perkembangan teknologi informasi lebih terasa menfaatnya dengan hadirnya jaringan internet yang memanfaatkan satelit sebagai media transformasi. Hadirnya internet sebagai sumber informasi ini sangat memungkinkan seseorang untuk mencari dan menyebarkan segala ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk penemuan penelitian keseluruh dunia dengan mudah, cepat, dan murah, sehingga pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat lebih cepat dan merata. Dengan demikian segala informasi yang ada di internet dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Plaque: 4Pengertian internet itu sendiri adalah jaringan (Network) komputer terbesar di dunia. Jaringan berarti kelompok komputer yang dihubungkan bersama, sehingga dapat berbagi pakai informasi dan sumber daya (Shirky, 1995:2). Dalam internet terkandung sejumlah standar untuk melewatkan informasi dari satu jaringan ke jaringan lainnya, sehingga jaringan-jaringan di seluruh dunia dapat berkomunikasi.
Sidharta (1996) memberikan definisi yang sangat luas terhadap pengertian internet. Internet adalah forum global pertama dan perpustakaan global pertama dimana setiap pemakai dapat berpartisipasi dalam segala waktu. Karena internet merupakan perpustakaan global, maka pemakai dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar.
Sedangkan pengertian lain mengenai internet adalah media yang sangat efektif dalam upaya update informasi dan mencari trasferan ilmu pengetahuan bagi seorang pendidik. Gaptek adalah sebutan yang tepat bagi pendidik yang tidak mampu mengoperasikan computer dan tidak tahu dengan internet, padahal di dunia maya—internet tersebut banyak sekali yang bisa dididapatkan. Informasi di internet sangat lengkap, dari yang bertaraf nasional hingga internasional semua ada disini.
Secara umum dapat dikatakan bahwa internet adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan saling hubungan antar jaringan-jaringan komputer yang sedemikian rupa sehingga memungkinkan komputer-komputer itu berkomunikasi satu sama lain.
                                   
2.2    Spesifikasi Peralatan Internet
Plaque: 5Agar kita dapat mengoperasikan internet dengan baik, maka dibutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak yang memadahi. Perangkat keras adalah komponen-komponen fisik yang membentuk suatu sistem komputer serta peralatan-peralatan lain yang mendukung komputer untuk melakukan tugasnya. Perangkat keras tersebut berupa:
1.      satu unit komputer,
2.      modem
3.      jaringan telepon,
4.      adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).
Sedangkan perangkat lunak adalah program-program yang diperlukan untuk menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat lunak ini kita pilih sesuai dengan:
1.      kemampuan perangkat keras yang kita miliki,
2.      kelengkapan layanan yang diberikan,
3.      kemudahan dari perangkat itu untuk kita operasikan dalam (User Friendly).
Perangkat yang dibutuhkan untuk mengakses internet ;
1.      Komputer/laptop
2.      Modem/HPsebagaimodem+kabeldata
3.      Jaringangantelepon/Hp/Hotspot
4.      Adanya sambungan dengan ISP (Internet Service Provider).

2.3    Pengertian Sumber Belajar
Plaque: 6Dalam kawasan teknologi instruksional, sumber belajar pada dasarnya merupakan komponen teknologi instruksional, yang disebut dengan istilah “Komponen Sistem Instruksional”. Teknologi instruksional adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar-mengajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi instruksional, pemecahan masalah itu berupa komponen sistem instruksional yang telah disusun terlebih dahulu dalam proses desain atau pemilihan dan pemanfaatan, dan disatukan ke dalam sistem instruksional yang lengkap, untuk mewujudkan proses belajar yang terkontrol dan berarah tujuan, yang komponennya meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan latar (Setijadi, 1986:3).
Mudhofir (1992:13) menyatakan bahwa yang termasuk sumber belajar adalah berbagai informasi, data-data ilmu pengetahuan, gagasan-gagasan manusia, baik dalam bentuk bahan-bahan tercetak (misalnya buku, brosur, pamlet, majalah, dan lain-lain) maupun dalam bentuk non cetak (misalnya film, filmstrip, kaset, videocassette, dan lain-lain).
AECT menguraikan bahwa sumber belajar meliputi: pesan, orang, bahan, alat, teknik dan lingkungan. Komponen-komponen sumber belajar yang digunakan di dalam kegiatan belajar mengajar dapat dibedakan dengan dengan cara yaitu dilihat dari keberadaan sumber belajar yang direncanakan dan dimanfaatkan.
Plaque: 7Sumber belajar yang sengaja direncanakan (by design) yaitu semua sumber belajar yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal. Sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization) yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasi, dan digunakan untuk keperluan belajar (Setijadi, 1986:9).
Berdasarkan konsep-konsep di atas, sumber belajar pada dasarnya merupakan komponen sistem instruksional yang meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan latar (lingkungan). Dalam makalah ini titik berat sumber belajar yang dikaji adalah internet. Sedang orang, bahan, peralatan dan teknik merupakan sumber belajar pendukung.

2.4    Metode Pembelajaran Melalui Internet
Pembelajaran berbasis internet bagi siswa sekolah dasar sudah seharusnya mulai dikenalkan. Untuk itu para guru hendaknya sudah tahu lebih dahulu tentang dunia internet sebelum menerapkan pembelajaran tersebut pada siswa. Persiapan yang tak kalah pentingnya yaitu sarana komputer. Tentu saja dalam hal ini hanya dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang mempunyai fasilitas komputer yang memadai. Walaupun sebenarnya dapat juga diusahakan oleh sekolah yang tidak mempunyai fasilitas komputer misalnya dengan mendatangi warnet sebagai patner dalam pembelajaran tersebut.
Plaque: 8Setelah semua perangkat untuk pembelajaran siap, guru mulai melakukan pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar internet. Bagi siswa sekolah dasar tentu saja akses-akses yang ringan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Disinilah kepiawaian seorang guru ditampilkan dalam mendampingi, membimbing dan mengolah metode pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai.
Beberapa metode yang dapat dilakukan oleh guru, diantaranya: diskusi, demonstrasi, problem solving, inkuiri, dan descoveri. Guru memberikan topik tertentu pada siswa, kemudian siswa mencari hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut dengan mencari (down load) dari internet. Guru juga dapat memberikan tugas-tugas ringan yang mengharuskan siswa mengakses dari internet, suatu misal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa dapat mencari karya puisi atau cerpen dari internet. Siswa juga dapat belajar dari internet tentang hal-hal yang up to date yang berkaitan dengan pengetahuan. Guru memberi tugas pada siswa untuk mencari suatu peristiwa muthakir dari internet kemudian mendiskusikannya di kelas, lalu siswa menyusun laporan dari hasil diskusi tersebut.
Plaque: 9Metode-metode tersebut dapat dilakukan guru dengan model-model pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa semakin senang, tertarik untuk mempelajarinya sehingga proses pembelajaran tersebut menjadi pembelajaran yang bermakna. Dengan pembelajaran berbasis internet diharapkan siswa akan terbiasa berpikir kritis dan mendorong siswa untuk menjadi pembelajar otodidak. Siswa juga akan terbiasa mencari berbagai informasi dari berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran ini juga mendidik siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain dalam kelompok kecil maupun tim. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu dengan pembelajaran berbasis internet pengetahuan dan wawasan siswa berkembang, mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dengan demikian mutu pendidikan juga akan meningkat.

2.5        Penggunaan intenet oleh anak SD
Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0-2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2-7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7-12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan dengan obyek yang tampak langsung olehnya.
Plaque: 10Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat “Edutainment” yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi “Edutainment” tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta melatih saraf motorik anak. Contohnya program permainan kombinasi benda, menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan software-software lain yang didukung perangkat multimedia.
Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).
Pengawasan dalam penggunaan komputerpun harus lebih ketat, namun tanpa melampaui batas-batas kewajaran. Coba untuk membeli software yang bisa menghambat situs-situs porno, kekerasan, pendidikan menyimpang dan situs lainnya yang dapat merusak kepribadian anak. Ajarkan anak kita untuk menjadi anak yang mandiri, sabar, jujur, ikhlas, berani, bertanggung jawab, kreatif, kuat dan berbudi pekerti luhur.

2.6    Mengoptimalkan Internet Untuk Siswa
Perkembangan teknologi informasi sedemikian pesat dan menjangkau banyak sekali orang sehingga orangtua sekarang pun kadang kalah cepat dalam mengakses media baru tersebut. Contohnya adalah Internet. Di sekolah mereka mendapatkan Internet, namun pada kebanyakan siswa di rumah tidak ada Internet. Bahkan orangtuanya pun mungkin tidak familiar dengan medium baru itu. 
Plaque: 11qBelakangan citra buruk Internet sebagai sumber pornografi sudah mulai berkurang dan isyu-isyu seputar pemanfaatan Internet untuk kepentingan yang lebih positif mulai tumbuh subur. Namun jangan sampai seperti media lainnya yang lebih menonjol fungsinya adalah sebagai media hiburan daripada sebagai media sumber informasi dan pendidikan. Kalau diibaratkan dengan sebuah kota, maka Internet adalah sebuah tempat yang sangat luas yang berisi macam-macam tempat dari yang baik hingga yang buruk. Di sebuah kota misalnya, kita dengan pasti akan mengatakan bahwa ada tempat-tempat tertentu yang tidak boleh dikunjungi oleh anak kita karena masih di bawah umur, karena tempat itu rawan, karena biayanya mahal, dsb.
Hal yang persis sama terjadi di Internet. Itu sebabnya maka peran guru di sekolah menjadi sangat penting dalam memberikan pemahaman tentang Internet yang memadai kepada siswa agar para siswa tidak salah jalan. Apakah para guru sendiri sudah ‘get connected’ dan cukup kritis dalam berinteraksi dengan Internet. Internet memang mulai marak. Di tempat-tempat bergengsi seperti di ASIA Plaza, MAYASARI , ataupun warnet-warnet sampai di sudut-sudut sekitar kampus, mudah didapatkan layanan Internet melalui warnet. Harganya pun relatif terjangkau, paling murah sekitar Rp 3.000,- sejam.
 Hal  lebih menitik beratkan pada potensi Internet sebagai salah satu sumber belajar dalam konteks pendidikan di sekolah. Diantaranya:
a.      Pertama
Plaque: 12Internet hanya akan bertindak sebagai sumber dan alat bantu dalam P&P . Aktiviti pembelajaran hendaklah dirancang dengan teliti oleh guru supaya internet dapat digunakan dengan berkesan.
b.      Kedua
Komputer dan internet tidak mengubah peranan guru. Malah sebaliknya ,guru akan sentiasa berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mereka, khususnya dalam bidang IT. Ketrampilan dan keperibadian yang mulia akan tetap menjadi tunjang dan ikutan utama. 
c.   Ketiga
         Penggunaan komputer dan internet dapat mengurangkan beban tugas guru dan murid di samping setiap kerja dapat dilakukan dengan kemas, teratur dan sistematik. 
d.  Keempat
         Internet sangat bermanfaat kepada guru dan murid khususnya dalam menghadapi IT dan era globalisasi. Perhatian dalam pembelajaran oleh setiap ahli masyarakat, khususnya warga pendidik.
Plaque: 13    Di tengah canggihnya kemajuan internet di bidang pendidikan negara-negara lain, ternyata Indonesia juga tetap mampu berkontribusi untuk mentransformasi pendidikan di dalam kelas. Tantangan dari pemanfaatan TIK di pendidikan ini justru bagaimana membuat materi pelajaran di sekolah yang susah dan tidak disenangi siswa menjadi menarik. Departemen Pendidikan seharusnya menekankan pemanfaatan TIK di Indonesia itu ke arah content sehingga siswa Indonesia menemukan kegembiraan dalam belajar.
    Penggunaan ICT untuk pendidikan, bukanlah memindahkan teks buku ke internet atau media lain. Justru yang harus dilakukan bagaimana membuat materi pelajaran itu sangat mudah dicerna. Ini bisa mudah dikembangkan dengan menggunakan animasi yang benar-benar bisa disenangi dan dipahami siswa.
    Kekagumannya dengan isi software fisika yang dilihatnya. Software ini dibeli Osheroff saat berkunjung ke Indonesia tahun 2005 dan memakainya di Universitas Stanford, Amerika Serikat. Jadi sayang kalau semua fasilitas dan potensi yang ada tidakdimanfaatkan optimal. Kini, memang sudah zamannya siswa SD akrab dengan internet dan TIK.

2.6        Penting pemahaman internet untuk orangtua dan guru
Bagaimana pun, orangtua dan guru harus paham beberapa hal mendasar mengenai Internet. Sebab kalau tidak, orangtua dan guru kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam menyikapi anak didiknya yang sudah Internet-minded. Sebuah kajian mengenai penerapan ICT (Information and Communication Technology) di sekolah yang di dalamnya termasuk Internet, menganalisa perubahan-perubahan atau penyesuaian-penyesuaian yang mau tidak mau harus dilakukan oleh para guru. Dalam bentuk tabel disajikan seperti di bawah ini:
Plaque: 14Yang harus diperhatikan dalam melakukan monitoring atau supervisi penggunaan internet oleh anak adalah:
a.       Di mana fasilitas Internet ada di sekolah? Di perpustakaan, ruang Internet, di kelas, di ruang multi media? Siapa yang melakukan pengawasan terhadap penggunaan Internet?
b.       Bagaimana bunyi peraturan di setiap tempat tersebut?
c.       Apa resiko-resikonya? E-mail berantai? Chatting? Akses ke situs-situs yang tidak sesuai? Posting hal-hal yang tidak baik mengenai seseorang secara terbuka? Bagaimana dengan kemungkinan pelanggaran hak cipta?
d.       Apakah software filter diaktifkan? Bagaiman cara kerjanya? Bagaimana dengan resiko filter yang terlalu ketat sehingga situs yang bermanfaat malah tidak bisa diakses dan sebaliknya bila terlalu longgar sehingga banyak situs yang tidak cocok yang bisa terakses. Apa yang dilakukan apabila siswa ingin mengakses situs yang di-blok?
e.       Bagaimana peraturan mengenai download? Apakah siswa sudah diberitahu mengenai kemungkinan file yang di-download terkena virus dan kemudian menyebar?
f.        Apakah nama lengkap siswa, foto, nomor telpon sekolah, rumah, nama orangtua, alamat, dan sebagainya juga ditampilkan dalam website sekolah?
g. Bagaimana dengan kemungkinan mereka akan mendapatkan gangguan dari orang yang tidak bertanggungjawab?

Plaque: 15Salah satu langkah paling praktis yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengurangi pemanfaatan Internet untuk kepentingan non-kependidikan adalah dengan memasang filter. Filter ini bekerja dengan cara menyaring kata-kata atau alamat situs yang sebelumnya sudah didefinisikan untuk dicegah agar tidak bisa ditampilkan. Misalnya saja kalau siswa mengetikkan kata-kata seperti ‘sex’, ‘porn’, ataupun ‘breast’ dalam search engine, maka bisa dipastikan tidak ada website yang dapat ditampilkan.
Bagi keluarga maka biasanya peraturan untuk anak dalam berinternet: menempatkan komputer di ruang keluarga, membatasi jam pemakaian, tidak mengakses situs tertentu sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, tidak memberikan identitas personal kepada orang asing atau website yang belum dikenal.












Plaque: 16
 

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran internet dapat diterapkan di sekolah dasar dengan beberapa metode pembelajaran (diskusi, inkuiri, deskoveri, dan problem solving) serta menggunakan model pembelajaran yang dikemas sederhana, menarik, dan menyenangkan siswa, sehingga pembelajarannya lebih bermakna.
Dengan pembelajaran berbasis Internet mendidik siswa untuk berpikir kritis, menambah wawasan dan pengetahuan siswa, mendidik siswa untuk belajar otodidak, dan meningkatkan hasil belajar siswa sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan.

3.2  Saran
Para pendidik dan pihak-pihak yang terkait hendaknya mulai menyiapkan dan memperkenalkan pembelajaran berbasis internet ini kepada siswa SD, agar para siswa siap menghadapi tantangan zaman dan dapat menerima perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan cepat.




Plaque: 17
 

DAFTAR PUSTAKA

Shirky, C.1995. Internet lewat E-mail. Jakarta: PT. Alex Media Komputindo.
Sidharta, L.1996. Internet: Informasi Bebas Hambatan 1. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.











Plaque: 17
 

Minggu, 05 Juni 2011

Peranan Internet di Dalam Bidang Perikanan

KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah serta InayahNya, Makalah dengan Judul : ”Peranan Internet di Dalam Bidang Perikanan ” ini dapat diselesaikan oleh penulis. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu persyarataan dalam mendapatkan nilai Mata Kuliah Pengantar Internet pada Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa ( STT – US ) Taluk Kuantan.
Makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi - tingginya kepada :
  1. Bapak Burdianto, S.Kom, MM. , selaku Dosen Mata Kuliah Pengantar Internet pada Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa ( STT – US ) Taluk Kuantan, yang telah memberikan banyak pengetahuan mengenai Pengantar Internet.
  2. Rekan - rekan Mahasiswa yang telah mendorong untuk dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
Semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan yang sesuai dengan budi baik yang telah mereka berikan. Penulis berharap semoga Makalah ini bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, terutama di bidang Teknologi Informasi.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Taluk Kuantan, 07  Mei 2011
Penulis,

( Kelompok VII )



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................         i
DAFTAR ISI............................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.........................................................        1
1.2  Batasan Masalah......................................................        2
1.3  Tujuan Penulisan.......................................................        3
1.4  Manfaat Penulisan.....................................................        3
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Pengertian Internet ...................................................        4
            2.2 Implikasi Internet dalam bidang Sosial Budaya...........        5
            2.3 Dampak Internet dalam Bidang Sosial Budaya...........        6
            2.4 Peranan Internet Dalam Kegiatan Politik....................      10
            2.5 Dampak Internet Dalam Bidang Politik......................      13
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan..............................................................      16
            3.2 Saran.......................................................................      17
Daftar Pustaka............................................................................      19

BAB I
 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Teknologi komunikasi tidak hanya mempengaruhi satu bidang kehidupan masyarakat, melainkan hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat dipengaruhinya, tidak terkecuali bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya suatu masyarakat. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin mengaburkan batas antara satu negara dengan negara lain, menjadikan minimnya batas ruang dan waktu antara satu individu dengan individu lain yang berada di seluruh penjuru dunia.
Pertanyaan mengapa teknologi komunikasi dapat mempengaruhi hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat dapat dijawab apabila kita memperhatikan besarnya dampak teknologi komunikasi di masyarakat. Teknologi komunikasi berupa media massa memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan komunikasi secara cepat dan masif kepada masyarakat. Dengan demikian, informasi yang berada di dalamnya akan mampu mempengaruhi masyarakat.
Kemampuan teknologi komunikasi mengaburkan batas antar negara menjadikan masyarakat suatu negara mampu melakukan interaksi dengan masyarakat negara lainnya. Suatu masyarakat tentunya membawa budaya-budaya tertentu dalam dirinya, dengan demikian, ketika terjadi interaksi antara suatu masyarakat dengan masyarakat lain menggunakan media internet, budaya dalam masyarakat tersebut akan terbawa ketika melakukan komunikasi. Akibatnya, dapat terjadi pergeseran-pergeseran budaya dalam suatu masyarakat akibat kuatnya budaya yang dibawa dalam suatu media.
Internet merupakan sarana teknologi terpopuler dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengakses informasi secara cepat dan praktis. Saat ini, sebagian besar dari kalangan masyarakat kita sudah menggunakan internet dalam kesehariannya, baik sebagai sarana untuk mencari informasi, bersosialisasi atau bahkan sebagai sarana untuk mencari penghasilan. Berbagai macam fasilitas dan konsep yang ditawarkan oleh internet berhasil menyentuh kehidupan pribadi sebagian masyarakat Indonesia saat ini, sebagai contoh, konsep e-banking yang ditawarkan oleh Bank-bank Indonesia di internet telah memberikan kontribusi layanan yang sangat besar bagi para konsumen perbankan Indonesia. Efisiensi waktu, pelayanan yang cepat dan tepat serta keamanan yang ditawarkan menjadi alasan sebagian besar pengguna e-banking menyukai layanan ini dan terus mengaksesnya dalam kehidupan mereka.

1.2 Batasan Masalah
Dalam Tulisan ini akan dibahas Penjelasan tentang :
  1. Pengertian Internet.
  2. Implikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang Sosial Budaya.
  3. Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Sosial Budaya.
  4. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Kegiatan Politik.
  5. Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Bidang Politik                 
1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu persyarataan dalam mendapatkan nilai Mata Kuliah Pengantar Internet pada Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa ( STT – US ) Taluk Kuantan.

1.4 Manfaat Penulisan
            Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui apa itu internet, dan Peranan di dalam bidang sosial, budaya dan politik, serta dampaknya dalam bidang sosial budaya dan politik.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Internet
Internet (Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.
Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.
Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal. Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang berbasis protokol lainnya.

2.2 Implikasi Internet dalam Perikanan
Pada saat ini berbagai produk perikanan tangkap dalam kondisi stagnan. Karena nelayan mengalami keterbatasan alat tangkap terutama kapal dan SDM yang memiliki kompetensi teknologi tentang kelautan dan perikanan. Langkah Kementerian Perikanan dan Kelautan yang akan menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk pengadaan ribuan kapal tangkap untuk nelayan tidak akan optimal. Jika tanpa disertai dengan dukungan sistem informasi yang mampu menggambarkan kondisi real time menyangkut kelautan dan perikanan.
Pentingnya solusi yang terintegrasi berupa e-Ocean Fisheries Goverment. Yakni berupa sistem informasi tentang kelautan dan perikanan yang berbasis SIG ( Sistem Informasi Geografis ) dengan kemampuan businees inteligent serta memiliki keandalan interoperabilitas sehingga bisa berbagi informasi secara luas. Selain itu berbagai database informasi perikanan global dapat diakses. Seperti contohnya FIGIS (fisheris global information system) yang menyediakan berbagai informasi seperti statistik perikanan, peta sebaran ikan menurut spesies, issue dan topik perikanan aktual, budidaya, perikanan laut dan teknologi penangkapan. Data tersebut tersedia kapan dan dimana saja kita perlukan. Selain itu badan PBB FAO juga telah menyediakan data dan informasi penting tentang bagaimana profil perikanan di suatu negara dapat dipilih dengan mudah melalui situsnya.
Pada prinsipnya pengembangan e-Ocean Fisheries Goverment merupakan sistem informasi nasional yang berkemampuan inteligensi sehingga pelaksanaan program dan tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan akan lebih efektif. Sistem memiliki konten dari berbagai aspek, dari aspek ekologi, ekonomi kelautan, masalah sosial wilayah pesisir hingga tata kelola pulau-pulau kecil. Sistem harus mudah  diakses, mudah  diupdate  setiap  saat,  mudah  dipantau, sekaligus bisa berfungsi sebagai Sistem Informasi Ekosistem Nasional yang pada saat ini telah menjadi isu penting dunia. e-Ocean Fisheries Government bertujuan untuk memenuhi informasi yang lengkap tentang kondisi kelautan nasional, baik dari sisi sumber daya laut, keadaan perairan, cuaca, kejadian penting di laut (accident maupun incident), tanda-tanda navigasi laut yang sangat membantu bagi kapal berlayar di lautan kita, dan segala informasi mengenai laut lainnya. Selain itu berbagai data antar departemen bisa dipertukarkan secara mudah. Misalnya data untuk kebutuhan deteksi dan pemberanatsan aktifitas illegal fisheris antara lain berupa track kapal ikan (posisi, kecepatan, heading), Database SIPI, SIKPI (Identitas Pemilik, Perusahaan, Ukuran kapal, jenis alat tangkap, tanggal kadaluarsa ijin), Database log book (jenis ikan, lokasi), Database parameter biologi laut (klorofil, upwelling), Database batas WPP.
Dalam kegiatan penangkapan ikan, pertanyaan klasik yang sering kali mencuat adalah dimana ikan di laut berada dan kapan bisa ditangkap dalam jumlah yang cukup besar. Pertanyaan penting itu perlu dicari solusinya. Apalagi usaha penangkapan dengan mencari daerah habitat ikan yang tidak menentu (asal-asalan) menimbulkan resiko tinggi, yaitu pemborosan BBM, buang-buang waktu dan tenaga nelayan. Dengan mengetahui area dimana ikan bisa ditangkap dalam jumlah yang besar tentunya akan menghemat biaya operasi penangkapan. Salah satu alternatif yang menawarkan solusi terbaik adalah mengkombinasikan kemampuan SIG dan penginderaan jauh (inderaja) kelautan. Dengan teknologi inderaja faktor-faktor lingkungan laut yang mempengaruhi distribusi, migrasi dan kelimpahan ikan dapat diperoleh secara berkala, cepat dan dengan cakupan area yang luas. Faktor-faktor lingkungan tersebut antara lain menyangkut suhu permukaan laut (SST), tingkat konsentrasi klorofil, perbedaan tinggi permukaan laut, arah dan kecepatan arus dan tingkat produktivitas primer. Ikan dengan mobilitasnya yang tinggi akan lebih mudah dilacak di suatu area melalui sistem teknologi informasi, hal ini dikarenakan ikan cenderung berkumpul pada kondisi lingkungan tertentu seperti arus pusaran dan daerah front gradient pertemuan dua massa air yang berbeda baik itu salinitas dan suhu.
Pengetahuan dasar yang dipakai sebagai basis sistem informasi adalah melakukan pengkajian hubungan antara spesies ikan dan faktor lingkungan di sekelilingnya. Dari hasil kajian tersebut akan diperoleh indikator oseanografi yang cocok untuk ikan tertentu. Selanjutnya output yang didapatkan dari indikator oseanografi yang bersesuaian dengan distribusi dan kelimpahan ikan dipetakan dengan teknologi SIG. Data indikator oseanografi yang cocok untuk ikan perlu diintegrasikan dengan berbagai layer pada SIG karena ikan sangat mungkin merespon bukan hanya pada satu parameter lingkungan saja, tapi berbagai parameter yang saling berkaitan. Dengan kombinasi SIG, inderaja dan data lapangan akan memberikan banyak informasi spasial misalnya dimana posisi ikan banyak tertangkap, berapa jaraknya antara fishing base dan fishing ground yang produktif serta kapan musim panen ikan yang paling efektif.
Sebagai gambaran signifikansi penggunaan SIG adalah kegiatan atau proyek penangkapan ikan tuna di laut Pasific. Dalam proyek itu pada prinsipnya ada dua database (satelit dan perikanan tuna) lalu dikombinasikan dalam mengembangkan spasial analisis daerah penangkapan ikan tuna. Biasanya ada empat layer data yang diintegrasikan yaitu suhu permukaan laut (NOAA/AVHRR), tingkat konsentrasi klorofil (SeaWiFS), perbedaan tinggi permukaan air laut (SSHA) dan eddy kinetik energi (EKE) (AVISO). Parameter pertama dipakai karena berhubungan dengan kesesuaian kondisi fisiologi ikan dan thermoregulasi untuk ikan tuna; sedangkan parameter yang kedua karena dapat menjelaskan tingkat produktifitas perairan yang berhubungan dengan kelimpahan makanan ikan; sementara parameter yang ketiga berhubungan dengan kondisi sirkulasi air daerah yang subur seperti eddy dan upwelling; dan parameter terakhir berhubungan dengan indeks untuk melihat daerah subur dan kekuatan arus yang mungkin mempengaruhi distribusi ikan. Data penangkapan ikan tuna diplot pada peta lingkungan yang dibangkitkan dari citra satelit.
Setiap spesies ikan mempunyai karakteristik oseanografi kesukaannya masing-masing dan cenderung menempati daerah tertentu yang bisa dipelajari atau dibuat permodelannya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pendekatan teknologi SIG. Database mestinya menjadi isu penting dalam mengembangkan produksi perikanan tangkap di negeri ini yang kondisinya saat ini sedang stagnan. Database tersebut juga sangat penting untuk mengetahui secara persis berapa sebenarnya potensi stok ikan yang kita miliki. Dan dimana saja stok ikan tersebut bisa ditangkap dan kapan bisa dipanen secara melimpah.
Indonesia merupakan negara maritim (kepulauan) terbesar di dunia karena sebagian dari wilayah kedaulatan Republik Indonesia adalah laut, dan “Nenek  Moyangku Seorang Pelaut” bukan hanya slogan belaka. Perairan Indonesia  memiliki banyak  potensi dari sumberdaya alam, mineral, kekayaan hayati dan keanekaragaman penghuni dasar lautnya. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian di sektor kelautan. Para nelayan memanfaatkan kekayaan bawah laut Indonesia sebagai sumber mata pencahariannya. Akan tetapi selama dekade ini, nelayan tidak bisa memaksimalkan hasil tangkapannya dikarenakan masih minimnya teknologi yang digunakan. Sehingga membuat tingkat akurasi rendah dalam memprediksi keberadaan ikan.
Fisherman Live Tools (FELITO) merupakan sebuah sistem yang terintegrasi dimana alat ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya, serta mengurangi kecelakaan kerja. Langkah-langkah yang perlu dilakukan diantaranya sebagai berikut ; a). Memasang sensor pendeteksi arah angin dan kecepatan angin di setiap pantai, b). Memasang sensor untuk mengukur ketinggian air laut, serta c). Memasang sensor dibeberapa titik bawah laut untuk mengetahui (mendeteksi) keberadaan ikan.


Dari beberapa sensor, kemudian dikumpulkan dalam satu sistem yang terintegrasi dengan komputer. Sistem tersebut berfungsi untuk memberikan informasi kepada nelayan tentang cuaca dan ketinggian ombak, waktu yang tepat untuk menangkap ikan, serta arah dan posisi keberadaan ikan. Dengan adanya informasi dan tingkat akurasi yang tinggi, diharapkan dapat memaksimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya serta mengurangi tingkat kecelakaan kerja.
Fisherman Live Tools (FELITO) harus direalisasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah dan bekerjasama dengan perusahaan IT terkemuka di dunia seperti International Business Machines (IBM) yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hal tersebut bermanfaat untuk para nelayan Indonesia yang notabene tingkat penghasilannya jauh dibawah standar.  Dengan Fisherman Live Tools (FELITO) dapat meningkatkan kesejahteraan hidup para nelayan. Keuntungan bagi Indonesia sendiri akan mampu menghasilkan tingkat ekspor ikan yang tinggi, sehingga menghasilkan devisa bagi Indonesia dan akan berdampak positif untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia.

2.3 Manfaat Internet di Dunia Kelautan/ Perikanan
Ø      Untuk menggali potensi-potensi laut yang bermanfaat bagi manusia. 
Ø      Mendorong pengetahuan umum masyarakat nelayan. 
Ø      Memperluas kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat pesisir. 
Ø      Telah mampu membina ekonomi masyarakat pesisir di daerah yang sulit dijangkau oleh masyarakat.
Ø      Membantu dalam penyediaan informasi tentang sarana nelayan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Fisherman Live Tools (FELITO) merupakan sebuah sistem yang terintegrasi dimana alat ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya, serta mengurangi kecelakaan kerja. Langkah-langkah yang perlu dilakukan diantaranya sebagai berikut ; a). Memasang sensor pendeteksi arah angin dan kecepatan angin di setiap pantai, b). Memasang sensor untuk mengukur ketinggian air laut, serta c). Memasang sensor dibeberapa titik bawah laut untuk mengetahui (mendeteksi) keberadaan ikan.
Dari beberapa sensor, kemudian dikumpulkan dalam satu sistem yang terintegrasi dengan komputer. Sistem tersebut berfungsi untuk memberikan informasi kepada nelayan tentang cuaca dan ketinggian ombak, waktu yang tepat untuk menangkap ikan, serta arah dan posisi keberadaan ikan. Dengan adanya informasi dan tingkat akurasi yang tinggi, diharapkan dapat memaksimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya serta mengurangi tingkat kecelakaan kerja.

3.2 Saran
Fisherman Live Tools (FELITO) harus direalisasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah dan bekerjasama dengan perusahaan IT terkemuka di dunia seperti International Business Machines (IBM) yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hal tersebut bermanfaat untuk para nelayan Indonesia yang notabene tingkat penghasilannya jauh dibawah standar.  Dengan Fisherman Live Tools (FELITO) dapat meningkatkan kesejahteraan hidup para nelayan. Keuntungan bagi Indonesia sendiri akan mampu menghasilkan tingkat ekspor ikan yang tinggi, sehingga menghasilkan devisa bagi Indonesia dan akan berdampak positif untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

http://tatamarleydhani.blogspo
t.com/2011/03/manfaat-internet-dalam-dunia-kelautan.html