O'clock

Minggu, 05 Juni 2011

Peranan Internet di Dalam Bidang Perikanan

KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah serta InayahNya, Makalah dengan Judul : ”Peranan Internet di Dalam Bidang Perikanan ” ini dapat diselesaikan oleh penulis. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu persyarataan dalam mendapatkan nilai Mata Kuliah Pengantar Internet pada Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa ( STT – US ) Taluk Kuantan.
Makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi - tingginya kepada :
  1. Bapak Burdianto, S.Kom, MM. , selaku Dosen Mata Kuliah Pengantar Internet pada Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa ( STT – US ) Taluk Kuantan, yang telah memberikan banyak pengetahuan mengenai Pengantar Internet.
  2. Rekan - rekan Mahasiswa yang telah mendorong untuk dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
Semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan yang sesuai dengan budi baik yang telah mereka berikan. Penulis berharap semoga Makalah ini bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, terutama di bidang Teknologi Informasi.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Taluk Kuantan, 07  Mei 2011
Penulis,

( Kelompok VII )



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................         i
DAFTAR ISI............................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.........................................................        1
1.2  Batasan Masalah......................................................        2
1.3  Tujuan Penulisan.......................................................        3
1.4  Manfaat Penulisan.....................................................        3
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Pengertian Internet ...................................................        4
            2.2 Implikasi Internet dalam bidang Sosial Budaya...........        5
            2.3 Dampak Internet dalam Bidang Sosial Budaya...........        6
            2.4 Peranan Internet Dalam Kegiatan Politik....................      10
            2.5 Dampak Internet Dalam Bidang Politik......................      13
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan..............................................................      16
            3.2 Saran.......................................................................      17
Daftar Pustaka............................................................................      19

BAB I
 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Teknologi komunikasi tidak hanya mempengaruhi satu bidang kehidupan masyarakat, melainkan hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat dipengaruhinya, tidak terkecuali bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya suatu masyarakat. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin mengaburkan batas antara satu negara dengan negara lain, menjadikan minimnya batas ruang dan waktu antara satu individu dengan individu lain yang berada di seluruh penjuru dunia.
Pertanyaan mengapa teknologi komunikasi dapat mempengaruhi hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat dapat dijawab apabila kita memperhatikan besarnya dampak teknologi komunikasi di masyarakat. Teknologi komunikasi berupa media massa memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan komunikasi secara cepat dan masif kepada masyarakat. Dengan demikian, informasi yang berada di dalamnya akan mampu mempengaruhi masyarakat.
Kemampuan teknologi komunikasi mengaburkan batas antar negara menjadikan masyarakat suatu negara mampu melakukan interaksi dengan masyarakat negara lainnya. Suatu masyarakat tentunya membawa budaya-budaya tertentu dalam dirinya, dengan demikian, ketika terjadi interaksi antara suatu masyarakat dengan masyarakat lain menggunakan media internet, budaya dalam masyarakat tersebut akan terbawa ketika melakukan komunikasi. Akibatnya, dapat terjadi pergeseran-pergeseran budaya dalam suatu masyarakat akibat kuatnya budaya yang dibawa dalam suatu media.
Internet merupakan sarana teknologi terpopuler dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengakses informasi secara cepat dan praktis. Saat ini, sebagian besar dari kalangan masyarakat kita sudah menggunakan internet dalam kesehariannya, baik sebagai sarana untuk mencari informasi, bersosialisasi atau bahkan sebagai sarana untuk mencari penghasilan. Berbagai macam fasilitas dan konsep yang ditawarkan oleh internet berhasil menyentuh kehidupan pribadi sebagian masyarakat Indonesia saat ini, sebagai contoh, konsep e-banking yang ditawarkan oleh Bank-bank Indonesia di internet telah memberikan kontribusi layanan yang sangat besar bagi para konsumen perbankan Indonesia. Efisiensi waktu, pelayanan yang cepat dan tepat serta keamanan yang ditawarkan menjadi alasan sebagian besar pengguna e-banking menyukai layanan ini dan terus mengaksesnya dalam kehidupan mereka.

1.2 Batasan Masalah
Dalam Tulisan ini akan dibahas Penjelasan tentang :
  1. Pengertian Internet.
  2. Implikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang Sosial Budaya.
  3. Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Sosial Budaya.
  4. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Kegiatan Politik.
  5. Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Bidang Politik                 
1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu persyarataan dalam mendapatkan nilai Mata Kuliah Pengantar Internet pada Sekolah Tinggi Teknologi Unggulan Swarnadwipa ( STT – US ) Taluk Kuantan.

1.4 Manfaat Penulisan
            Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui apa itu internet, dan Peranan di dalam bidang sosial, budaya dan politik, serta dampaknya dalam bidang sosial budaya dan politik.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Internet
Internet (Inter-Network) adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.
Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.
Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal. Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang berbasis protokol lainnya.

2.2 Implikasi Internet dalam Perikanan
Pada saat ini berbagai produk perikanan tangkap dalam kondisi stagnan. Karena nelayan mengalami keterbatasan alat tangkap terutama kapal dan SDM yang memiliki kompetensi teknologi tentang kelautan dan perikanan. Langkah Kementerian Perikanan dan Kelautan yang akan menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk pengadaan ribuan kapal tangkap untuk nelayan tidak akan optimal. Jika tanpa disertai dengan dukungan sistem informasi yang mampu menggambarkan kondisi real time menyangkut kelautan dan perikanan.
Pentingnya solusi yang terintegrasi berupa e-Ocean Fisheries Goverment. Yakni berupa sistem informasi tentang kelautan dan perikanan yang berbasis SIG ( Sistem Informasi Geografis ) dengan kemampuan businees inteligent serta memiliki keandalan interoperabilitas sehingga bisa berbagi informasi secara luas. Selain itu berbagai database informasi perikanan global dapat diakses. Seperti contohnya FIGIS (fisheris global information system) yang menyediakan berbagai informasi seperti statistik perikanan, peta sebaran ikan menurut spesies, issue dan topik perikanan aktual, budidaya, perikanan laut dan teknologi penangkapan. Data tersebut tersedia kapan dan dimana saja kita perlukan. Selain itu badan PBB FAO juga telah menyediakan data dan informasi penting tentang bagaimana profil perikanan di suatu negara dapat dipilih dengan mudah melalui situsnya.
Pada prinsipnya pengembangan e-Ocean Fisheries Goverment merupakan sistem informasi nasional yang berkemampuan inteligensi sehingga pelaksanaan program dan tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan akan lebih efektif. Sistem memiliki konten dari berbagai aspek, dari aspek ekologi, ekonomi kelautan, masalah sosial wilayah pesisir hingga tata kelola pulau-pulau kecil. Sistem harus mudah  diakses, mudah  diupdate  setiap  saat,  mudah  dipantau, sekaligus bisa berfungsi sebagai Sistem Informasi Ekosistem Nasional yang pada saat ini telah menjadi isu penting dunia. e-Ocean Fisheries Government bertujuan untuk memenuhi informasi yang lengkap tentang kondisi kelautan nasional, baik dari sisi sumber daya laut, keadaan perairan, cuaca, kejadian penting di laut (accident maupun incident), tanda-tanda navigasi laut yang sangat membantu bagi kapal berlayar di lautan kita, dan segala informasi mengenai laut lainnya. Selain itu berbagai data antar departemen bisa dipertukarkan secara mudah. Misalnya data untuk kebutuhan deteksi dan pemberanatsan aktifitas illegal fisheris antara lain berupa track kapal ikan (posisi, kecepatan, heading), Database SIPI, SIKPI (Identitas Pemilik, Perusahaan, Ukuran kapal, jenis alat tangkap, tanggal kadaluarsa ijin), Database log book (jenis ikan, lokasi), Database parameter biologi laut (klorofil, upwelling), Database batas WPP.
Dalam kegiatan penangkapan ikan, pertanyaan klasik yang sering kali mencuat adalah dimana ikan di laut berada dan kapan bisa ditangkap dalam jumlah yang cukup besar. Pertanyaan penting itu perlu dicari solusinya. Apalagi usaha penangkapan dengan mencari daerah habitat ikan yang tidak menentu (asal-asalan) menimbulkan resiko tinggi, yaitu pemborosan BBM, buang-buang waktu dan tenaga nelayan. Dengan mengetahui area dimana ikan bisa ditangkap dalam jumlah yang besar tentunya akan menghemat biaya operasi penangkapan. Salah satu alternatif yang menawarkan solusi terbaik adalah mengkombinasikan kemampuan SIG dan penginderaan jauh (inderaja) kelautan. Dengan teknologi inderaja faktor-faktor lingkungan laut yang mempengaruhi distribusi, migrasi dan kelimpahan ikan dapat diperoleh secara berkala, cepat dan dengan cakupan area yang luas. Faktor-faktor lingkungan tersebut antara lain menyangkut suhu permukaan laut (SST), tingkat konsentrasi klorofil, perbedaan tinggi permukaan laut, arah dan kecepatan arus dan tingkat produktivitas primer. Ikan dengan mobilitasnya yang tinggi akan lebih mudah dilacak di suatu area melalui sistem teknologi informasi, hal ini dikarenakan ikan cenderung berkumpul pada kondisi lingkungan tertentu seperti arus pusaran dan daerah front gradient pertemuan dua massa air yang berbeda baik itu salinitas dan suhu.
Pengetahuan dasar yang dipakai sebagai basis sistem informasi adalah melakukan pengkajian hubungan antara spesies ikan dan faktor lingkungan di sekelilingnya. Dari hasil kajian tersebut akan diperoleh indikator oseanografi yang cocok untuk ikan tertentu. Selanjutnya output yang didapatkan dari indikator oseanografi yang bersesuaian dengan distribusi dan kelimpahan ikan dipetakan dengan teknologi SIG. Data indikator oseanografi yang cocok untuk ikan perlu diintegrasikan dengan berbagai layer pada SIG karena ikan sangat mungkin merespon bukan hanya pada satu parameter lingkungan saja, tapi berbagai parameter yang saling berkaitan. Dengan kombinasi SIG, inderaja dan data lapangan akan memberikan banyak informasi spasial misalnya dimana posisi ikan banyak tertangkap, berapa jaraknya antara fishing base dan fishing ground yang produktif serta kapan musim panen ikan yang paling efektif.
Sebagai gambaran signifikansi penggunaan SIG adalah kegiatan atau proyek penangkapan ikan tuna di laut Pasific. Dalam proyek itu pada prinsipnya ada dua database (satelit dan perikanan tuna) lalu dikombinasikan dalam mengembangkan spasial analisis daerah penangkapan ikan tuna. Biasanya ada empat layer data yang diintegrasikan yaitu suhu permukaan laut (NOAA/AVHRR), tingkat konsentrasi klorofil (SeaWiFS), perbedaan tinggi permukaan air laut (SSHA) dan eddy kinetik energi (EKE) (AVISO). Parameter pertama dipakai karena berhubungan dengan kesesuaian kondisi fisiologi ikan dan thermoregulasi untuk ikan tuna; sedangkan parameter yang kedua karena dapat menjelaskan tingkat produktifitas perairan yang berhubungan dengan kelimpahan makanan ikan; sementara parameter yang ketiga berhubungan dengan kondisi sirkulasi air daerah yang subur seperti eddy dan upwelling; dan parameter terakhir berhubungan dengan indeks untuk melihat daerah subur dan kekuatan arus yang mungkin mempengaruhi distribusi ikan. Data penangkapan ikan tuna diplot pada peta lingkungan yang dibangkitkan dari citra satelit.
Setiap spesies ikan mempunyai karakteristik oseanografi kesukaannya masing-masing dan cenderung menempati daerah tertentu yang bisa dipelajari atau dibuat permodelannya. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pendekatan teknologi SIG. Database mestinya menjadi isu penting dalam mengembangkan produksi perikanan tangkap di negeri ini yang kondisinya saat ini sedang stagnan. Database tersebut juga sangat penting untuk mengetahui secara persis berapa sebenarnya potensi stok ikan yang kita miliki. Dan dimana saja stok ikan tersebut bisa ditangkap dan kapan bisa dipanen secara melimpah.
Indonesia merupakan negara maritim (kepulauan) terbesar di dunia karena sebagian dari wilayah kedaulatan Republik Indonesia adalah laut, dan “Nenek  Moyangku Seorang Pelaut” bukan hanya slogan belaka. Perairan Indonesia  memiliki banyak  potensi dari sumberdaya alam, mineral, kekayaan hayati dan keanekaragaman penghuni dasar lautnya. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian di sektor kelautan. Para nelayan memanfaatkan kekayaan bawah laut Indonesia sebagai sumber mata pencahariannya. Akan tetapi selama dekade ini, nelayan tidak bisa memaksimalkan hasil tangkapannya dikarenakan masih minimnya teknologi yang digunakan. Sehingga membuat tingkat akurasi rendah dalam memprediksi keberadaan ikan.
Fisherman Live Tools (FELITO) merupakan sebuah sistem yang terintegrasi dimana alat ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya, serta mengurangi kecelakaan kerja. Langkah-langkah yang perlu dilakukan diantaranya sebagai berikut ; a). Memasang sensor pendeteksi arah angin dan kecepatan angin di setiap pantai, b). Memasang sensor untuk mengukur ketinggian air laut, serta c). Memasang sensor dibeberapa titik bawah laut untuk mengetahui (mendeteksi) keberadaan ikan.


Dari beberapa sensor, kemudian dikumpulkan dalam satu sistem yang terintegrasi dengan komputer. Sistem tersebut berfungsi untuk memberikan informasi kepada nelayan tentang cuaca dan ketinggian ombak, waktu yang tepat untuk menangkap ikan, serta arah dan posisi keberadaan ikan. Dengan adanya informasi dan tingkat akurasi yang tinggi, diharapkan dapat memaksimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya serta mengurangi tingkat kecelakaan kerja.
Fisherman Live Tools (FELITO) harus direalisasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah dan bekerjasama dengan perusahaan IT terkemuka di dunia seperti International Business Machines (IBM) yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hal tersebut bermanfaat untuk para nelayan Indonesia yang notabene tingkat penghasilannya jauh dibawah standar.  Dengan Fisherman Live Tools (FELITO) dapat meningkatkan kesejahteraan hidup para nelayan. Keuntungan bagi Indonesia sendiri akan mampu menghasilkan tingkat ekspor ikan yang tinggi, sehingga menghasilkan devisa bagi Indonesia dan akan berdampak positif untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia.

2.3 Manfaat Internet di Dunia Kelautan/ Perikanan
Ø      Untuk menggali potensi-potensi laut yang bermanfaat bagi manusia. 
Ø      Mendorong pengetahuan umum masyarakat nelayan. 
Ø      Memperluas kesempatan kerja dan berusaha bagi masyarakat pesisir. 
Ø      Telah mampu membina ekonomi masyarakat pesisir di daerah yang sulit dijangkau oleh masyarakat.
Ø      Membantu dalam penyediaan informasi tentang sarana nelayan

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Fisherman Live Tools (FELITO) merupakan sebuah sistem yang terintegrasi dimana alat ini bertujuan untuk mengoptimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya, serta mengurangi kecelakaan kerja. Langkah-langkah yang perlu dilakukan diantaranya sebagai berikut ; a). Memasang sensor pendeteksi arah angin dan kecepatan angin di setiap pantai, b). Memasang sensor untuk mengukur ketinggian air laut, serta c). Memasang sensor dibeberapa titik bawah laut untuk mengetahui (mendeteksi) keberadaan ikan.
Dari beberapa sensor, kemudian dikumpulkan dalam satu sistem yang terintegrasi dengan komputer. Sistem tersebut berfungsi untuk memberikan informasi kepada nelayan tentang cuaca dan ketinggian ombak, waktu yang tepat untuk menangkap ikan, serta arah dan posisi keberadaan ikan. Dengan adanya informasi dan tingkat akurasi yang tinggi, diharapkan dapat memaksimalkan hasil tangkapan ikan, efisiensi waktu dan biaya serta mengurangi tingkat kecelakaan kerja.

3.2 Saran
Fisherman Live Tools (FELITO) harus direalisasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah dan bekerjasama dengan perusahaan IT terkemuka di dunia seperti International Business Machines (IBM) yang sudah berpengalaman dibidangnya. Hal tersebut bermanfaat untuk para nelayan Indonesia yang notabene tingkat penghasilannya jauh dibawah standar.  Dengan Fisherman Live Tools (FELITO) dapat meningkatkan kesejahteraan hidup para nelayan. Keuntungan bagi Indonesia sendiri akan mampu menghasilkan tingkat ekspor ikan yang tinggi, sehingga menghasilkan devisa bagi Indonesia dan akan berdampak positif untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

http://tatamarleydhani.blogspo
t.com/2011/03/manfaat-internet-dalam-dunia-kelautan.html

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar